11 Cara Budidaya Ikan Patin Agar Cepat Panen

Ikan patin adalah jenis ikan konsumsi air tawar yang banyak digemari di Indonesia, karena memiliki daging yang enak dan gurih serta mengandung lemak dan minyak yang cukup banyak.

Sehingga dapat diolah menjadi berbagai jenis masakan seperti digoreng, gulai, dan yang paling terkenal adalah asam pedas.

Ikan Patin

Ikan yang dikenal juga dengan ikan Jambal, Sodarin, ikan Juara, atau Lancang ini memiliki duri tajam pada tubuh nya sehingga anda harus berhati-hati saat memegang ikan patin.

Karena permintaan terhadap ikan jenis Catfish ini cukup tinggi, maka ini dapat menjadi peluang usaha yang cukup menjanjikan yaitu dengan cara budidaya ikan patin.

Ikan Patin yang dikonsumsi berbobot mulai dari 200 gram hingga 1 Kg, tergantung permintaan pasar, karena ada konsumen yang menyukai ikan Patin berukuran kecil dan ada pula yang suka mengkonsumsi Patin berukuran besar.

Budidaya Ikan Patin Agar Cepat Besar

Ikan Patin termasuk dalam kelompok ikan berkumis yang mudah untuk di budi daya kan dalam berbagai jenis kolam, Misalnya kolam irigasi, kolam tadah hujan, dan kolam rawa non-pasang surut dan telah dikembangkan pada kolam terpal dan kolam tembok.

Budidaya ikan Patin yang dikembangkan di Indonesia adalah jenis ikan Patin siam atau disebut juga Pangasius Hipophthalamus. Saat budidaya ikan Patin pada usia 6 bulan biasa nya bobot ikan ini sudah mencapai 600 gram hingga 700 gram sehingga ikan Patin sudah bisa di panen.

Budidaya Ikan Patin

Apabila anda tertarik untuk budidaya ikan ini berikut adalah beberapa hal atau cara yang perlu anda ketahui agar saat memelihara ikan Patin cepat besar dan segera panen:

  1. Mempersiapkan Kolam Budidaya

Tahap awal yang perlu di siap kan adalah kolam budidaya ikan Patin sebagai tempat pemeliharaan. Karena ikan Patin dapat hidup pada berbagai jenis tempat, saat anda budidaya bisa menggunakan kolam tanah, kolam terpal, kolam tembok, atau pun keramba.

Apabila anda menggunakan kolam bekas maka harus bersihkan dari berbagai kotoran terlebih dahulu, supaya ketika di isi benih ikan Patin kolam dalam kondisi bersih.

Jika anda ingin menggunakan kolam tanah maka pilih ah jenis tanah lempung atau liat, agar tidak bocor dan dapat menahan massa air, dan kolam sebaik nya dibuat di tanah yang miring supaya  lebih mudah saat melakukan pengairan.

Dan jika anda akan menggunakan media jala apung untuk budidaya ikan Patin, maka sebaik nya lakukan di sungai yang arus nya lambat supaya benih aman dari arus air.

  1. Menggunakan Air Berkualitas Baik

Media air pada kolam budi daya ikan patin terbilang lebih mudah, usahakan menggunakan air yang berkualitas baik yaitu bersih, tidak keruh, serta tidak tercemar limbah dan zat-zat kimia yang berbahaya. Seperti saat melakukan budidaya lobster air tawar .

Untuk menghambat pertumbuhan jamur anda bisa menambahkan emolin atau blitzich ke dalam kolam. Anda juga perlu memperhatikan suhu dan pH air, untuk suhu air sebaik nya pada kisaran 26 -28 derajat celcius dan pH air yang disarankan untuk budidaya ikan Patin adalah 6,5 hingga 7.

  1. Pemupukan Sebelum Penebaran Benih

Pemupukan ini perlu di gunakan jika anda budidaya ikan Patin menggunakan kolam lumpur dan penggunaan nya sebelum benih ikan di tebar pada kolam. Pemupukan ini bertujuan untuk merangsang pertumbuhan makanan alami bagi benih ikan Patin, sehingga dapat meningkatkan produktivitas kolam.

Pupuk yang di gunakan biasa nya pupuk hijau atau pupuk kandang dengan takaran 50gr – 700gr /meter persegi.

Halaman Selanjutnya =>