Cara Budidaya Ikan Patin Agar Cepat Panen

Ikan patin adalah jenis ikan konsumsi air tawar yang banyak digemari di Indonesia, karena memiliki daging yang enak dan gurih serta mengandung lemak dan minyak yang cukup banyak.

Sehingga dapat diolah menjadi berbagai jenis masakan seperti digoreng, gulai, dan yang paling terkenal adalah asam pedas.

Ikan yang dikenal juga dengan ikan Jambal, Sodarin, ikan Juara, atau Lancang ini memiliki duri tajam pada tubuh nya sehingga anda harus berhati-hati saat memegang ikan patin.

Karena permintaan terhadap ikan jenis Catfish ini cukup tinggi, maka ini dapat menjadi peluang usaha yang cukup menjanjikan yaitu dengan cara budidaya ikan patin.

Ikan Patin yang dikonsumsi berbobot mulai dari 200 gram hingga 1 Kg, tergantung permintaan pasar.

Karena ada konsumen yang menyukai ikan Patin berukuran kecil dan ada pula yang suka mengkonsumsi Patin berukuran besar.

Ikan Patin termasuk dalam kelompok ikan berkumis yang mudah untuk di budi daya kan dalam berbagai jenis kolam, Misalnya kolam irigasi, kolam tadah hujan, dan kolam rawa non-pasang surut dan telah dikembangkan pada kolam terpal dan kolam tembok.

Ikan Patin

Budidaya ikan Patin yang dikembangkan di Indonesia adalah jenis ikan Patin siam atau disebut juga Pangasius Hipophthalamus.

Saat budidaya ikan Patin pada usia 6 bulan biasa nya bobot ikan ini sudah mencapai 600 gram hingga 700 gram sehingga ikan Patin sudah bisa di panen.

Apabila anda tertarik untuk budidaya ikan ini berikut adalah beberapa hal atau cara yang perlu anda ketahui agar saat memelihara ikan Patin cepat besar dan segera panen:

  1. Mempersiapkan Kolam Budidaya

Tahap awal yang perlu di siap kan adalah kolam budidaya ikan Patin sebagai tempat pemeliharaan.

Karena ikan Patin dapat hidup pada berbagai jenis tempat, saat anda budidaya bisa menggunakan kolam tanah, kolam terpal, kolam tembok, atau pun keramba.

Apabila anda menggunakan kolam bekas maka harus bersihkan dari berbagai kotoran terlebih dahulu, supaya ketika di isi benih ikan Patin kolam dalam kondisi bersih.

Jika anda ingin menggunakan kolam tanah maka pilih ah jenis tanah lempung atau liat, agar tidak bocor dan dapat menahan massa air, dan kolam sebaik nya dibuat di tanah yang miring supaya  lebih mudah saat melakukan pengairan.

Dan jika anda akan menggunakan media jala apung untuk budidaya ikan Patin, maka sebaik nya lakukan di sungai yang arus nya lambat supaya benih aman dari arus air.

  1. Menggunakan Air Berkualitas Baik

Media air pada kolam budi daya ikan patin terbilang lebih mudah, usahakan menggunakan air yang berkualitas baik yaitu bersih, tidak keruh, serta tidak tercemar limbah dan zat-zat kimia yang berbahaya. Seperti saat melakukan budidaya lobster air tawar .

Untuk menghambat pertumbuhan jamur anda bisa menambahkan emolin atau blitzich ke dalam kolam.

Anda juga perlu memperhatikan suhu dan pH air, untuk suhu air sebaik nya pada kisaran 26 -28 derajat celcius dan pH air yang disarankan untuk budidaya ikan Patin adalah 6,5 hingga 7.

  1. Pemupukan Sebelum Penebaran Benih

Pemupukan ini perlu di gunakan jika anda budidaya ikan Patin menggunakan kolam lumpur dan penggunaan nya sebelum benih ikan di tebar pada kolam.

Budidaya Ikan Patin

Pemupukan ini bertujuan untuk merangsang pertumbuhan makanan alami bagi benih ikan Patin, sehingga dapat meningkatkan produktivitas kolam.

Pupuk yang di gunakan biasa nya pupuk hijau atau pupuk kandang dengan takaran 50gr – 700gr /meter persegi.

  1. Penebaran Benih Secara Tepat

Saat budidaya ikan Patin sesuaikan jumlah ikan yang akan di pelihara dengan ukuran kolam yang anda sediakan.

Jangan berlebihan menebar benih agar pertumbuhan ikan tidak terganggu, sesuaikan dengan kapasitas kolam agar pertumbu ikan tetap baik.

Ukuran yang biasa di gunakan saat budidaya ikan patin 1 m3 air cukup ditebar 20 – 30 ekor benih ikan.

  1. Pakan Ikan Budidaya

  • Berkualitas

Pemberian pakan berkualitas pada ikan Patin sangat berpengaruh pada pertumbuhan ikan, sehingga dapat menentukan tumbuh besar nya secara maksimal.

Untuk budidaya ikan Patin, pakan yang  biasa diberikan adalah pelet karena mudah ditemukan di pasaran.

Selain itu ikan juga dapat di beri makanan alami yang lain untuk menambah kandungan protein, sehingga baik untuk pertumbuhan ikan, selain itu juga dapat menghemat biaya pemeliharaan.

Contoh makanan alami yang dapat diberikan pada ikan Patin saat budidaya Patin yaitu ikan sisa, keong emas, kerang, bekicot, dan lain sebagai nya.

Namun perlu di ingat jangan sembarang memberikan pakan pada ikan budidaya, cari informasi lebih detail nya dulu apa saja makanan alami yang baik untuk budidaya ikan patin.

  • Tepat

Pemberian pakan saat budidaya ikan Patin harus tepat sesuai umur dan jumlah ikan, kebutuhan seekor ikan adalah ikan Patin yang berbobot di bawah 200 gram per ekor adalah 3% – 5% dari keseluruhan bobot ikan pada kolam tersebut dan pakan diberikan dua kali sehari pada pagi dan sore hari.

Dan untuk ikan Patin yang berbobot di atas 200 gram per ekor dapat diberikan pakan dengan persentase 1,5% – 2% dari total bobot ikan di kolam tersebut, dan di berikan satu kali sehari saat sore hari.

  • Rutin

Pemberian pakan harus secara rutin dan tepat waktu perlu dilakukan agar ikan dapat tumbuh besar dan sehat secara optimal.

Jika pemberian pakan ikan tidak sesuai jadwal di khawatirkan ikan tidak bisa menyesuaikan sehingga berpengaruh terhadap kekebalan tubuh nya.

  1. Menjaga Kebersihan Kolam

Kolam sebagai media budidaya ikan Patin ini harus di jaga kebersihan nya yaitu di bersihkan secara rutin dengan cara mengganti air pada kolam.

Menjaga kebersihan kolam ini bertujuan agar ikan tumbuh sehat dan terhindar dari berbagai penyakit.

Pembersihan kolam yang baik dan benar adalah dilakukan pembersihan minimal seminggu sekali, agar ikan tetap merasa segar berada di habitat nya.

  1. Penerangan di Sekitar Kolam

Di sekeliling kolam budidaya perlu di beri cahaya penerangan agar berbagai hama seperti kura-kura, ular air, lingsang, biawak, dan burung enggan masuk ke kolam untuk menyerang ikan Patin.

Dan ada nya penerangan di sekitar kolam juga memudahkan ikan Patin untuk waspada terhadap hama yang ada di sekeliling nya.

  1. Jaga Ketenangan Kolam

Hindarkan ikan Patin dari suara kejutan atau kebisingan, dan sebaik nya cari lokasi kolam di tempat yang tenang.

Karena ikan Patin merupakan jenis ikan yang gampang panik, dengan terkejut atau bising sedikit saja dapat membuat ikan ini langsung panik sehingga tidak baik bagi perkembangan ikan Patin.

  1. Mencegah Hama dan Penyakit

Kenali hama dan penyakit yang dapat menyerang ikan Patin yang sedang di budidaya, sehingga anda dapat melakukan pencegahan atau penanganan yang tepat agar ikan dapat tumbuh sehat dan terhindar dari berbagai penyakit.

Jika ikan sudah terlanjur terinfeksi penyakit  atau terkena hama segera lakukan penanganan yang sesuai supaya ikan dapat sehat kembali.

  1. Panen Ikan Patin

Saat memanen ikan Patin gunakan cara yang benar. Perhatikan seluruh ukuran ikan, jika bobot ikan dalam satu kolam beragam maka anda harus melakukan Panen secara seleksi yaitu dengan menjaring ikan yang sudah layak panen saja.

Sedangkan jika seluruh ikan dalam kolam tersebut sudah layak panen semua maka anda tinggal memanen nya sekaligus, dengan cara mengurangi air pada kolam.

Perlu berhati hati saat memanen ikan Patin agar ikan tidak mengalami cacat, kerusakan, bahkan mati karena cara panen yang salah, sehingga nilai jual ikan tetap terjaga.

  1. Harus Hati – Hati Memegang Ikan Patin

Anda wajib atau Harus berhati – hati saat menimbang atau memanen ikan yang membuat anda harus memegang nya secara langsung, karena patil ikan Patin ini cukup tajam sehingga dapat membuat tangan terluka.

Bahkan jika anda menggunakan media kolam terpal, terpal anda bisa bocor karena terkena patil ikan patin.

Itulah beberapa hal dan cara budidaya ikan patin agar cepat besar dan segera di panen serta terhindar dari resiko saat budidaya ikan ini.

Info yang lain nya bisa anda peroleh di Kebun Maker. Semoga pembahasan ini bermanfaat bagi anda, Terima kasih.