no comments

Budidaya Jahe Merah Produktif

Budidaya Jahe Merah

Mungkin anda ingin mengetahui cara budidaya jahe merah yang saat ini semakin banyak di budidayakan, karena permintaan pasar yang lumayan banyak sehingga harganya menggiurkan untuk di jual. Sebelum Kebun Maker mememerikan info cara menanamnya, kiba bahas dulu mengenai tanaman jahe.

Jahe merupakan salah satu rempah – rempah yang digunakan untuk bumbu masak,  dan saat ini jahe juga digunakan sebagai bahan alami untuk minuman penghangat tubuh, serta dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk kesehatan tubuh.

 

Jenis Jahe

Di Indonesia ada beberapa jenis jahe yang sering di jumpai di pasaran, yang tentunya di antara jenis jahe tersebut memiliki keunggulan masing – masing.

Jenis Jahe :

  • Jahe Merah

Jahe Merah

Jahe merah di sebut juga sunti merupakan salah satu jenis jahe dengan ciri rimpangnya yang kecil, berwarna kemerahan, dan seratnya kasar.

  • Jahe Putih Kecil

Jahe Putih Kecil

Jahe yang sebut juga dengan jahe emprit ini memiliki rimpang yang lebih besar dari jahe merah berwarna putih dengan serat yang lembut.

  • Jahe Putih Besar

Jahe Putih Besar

adalah salah satu jenis jahe yang memiliki ciri khas rimpangnya yang jauh lebih besar dan gemuk dari dua jenis jahe sebelumnya, lebih dikenal dengan sebutan jahe badak, jahe ganyong dan jahe kapur.

Itulah jenis jahe yang umumnya di tanam di indonesia, dari jenis jahe tersebut kita bahas jahe merah yang tentunya memiliki khasiat atau manfaat paling bagus sehingga para petani tertarik untuk budidaya karena harga jualnya yang lumayan tinggi di banding dengan jenis tanaman jahe lainya.

Jahe merah adalah salah satu keluarga dari jenis jahe, namun mempunyai karakteristik yang berbeda dengan jahe lainnya, mempunyai kulit yang berwarna kemerahan dengan bagian dalam yang berwarna merah muda sampai kuning, ukuran jahe merah juga lebih kecil dan  rasa yang lebih pedas dari jenis jahe lainya.

Manfaat jahe pada umumnya hampir sama, namun untuk manfaat dari jenis masing – masing jahe lebih memiliki keunggulan sendiri sendiri. Berikut ini manfaat dari jenis tanaman jahe merah.

Manfaat Jahe Merah Untuk Kesehatan:

  • Mencegah Masalah Pencernaan

Ekstrak Minyak Jahe

Ekstrak minyak jahe merah bisa melindungi sistem pencernaan dari bakteri, sehingga mencegah masalah pencernaan, seperti sakit perut.

Bila ditambahkan pada makanan, jahe dapat digunakan sebagai pengawet alami dan bisa mencegah dari keracunan makanan akibat bakteri.

Baca Juga  Mengenal Tanaman Lidah Mertua dan 6 Manfaatnya

Kehangatan yang terkandung oleh jahe juga dapat menenangkan pencernaan, sehingga banyak dimanfaatkan untuk mengatasi flu dan pilek.

  • Membantu Mengatasi Radang Otot

Minuman Jahe

Kandungan jahe bisa berguna untuk anti peradangan sehingga bisa membantu dalam melawan peradangan akut maupun kronis.

Komponen aktif dalam jahe, seperti gingerol, gingerdione, dan zingeron dapat menghambat enzim siklooksigenase dan lipoksigenase, sehingga bisa menurunkan leukotrien dan prostaglandin yang memicu peradangan.

  • Membantu Meningkatkan Kesuburan Pria

Minuman Jahe Merah

Jahe mengandung antioksidan dan memiliki aktivitas androgenik, sehingga jahe dapat meningkatkan jumlah hormon testosteron yang dapat meningkatkan kesuburan pria.

Itulah sedikit info tentang manfaat jahe merah, untuk menggunakan sebagai kesehatan mungkin anda perlu manggali info dalam pemakaianya.

Selanjutnya di kita bahas cara budidaya jahe merah, menaman jahe merah terbilang mudah untuk perawatan juga tidak terlalu sulit, hanya saja untuk memperoleh hasil yang banyak budi daya jahe merah ini memerlukan tempat atau lahan yang luamayan luas.

Sebenarnya untuk menanam jahe merah saat ini bisa menggunakan wadah seperti pot, polybag ataupun karung. Menanam jahe merah menggunakan wadah biasanya dilakukan seseorang di pekarangan rumahnya, selain menanam tanaman yang bermanfaat juga memanfaat kan lahan pekaranagan rumah yang kosong, serta berfungsi sebagai tanaman hias.

Cara Menanam Jahe Merah di polybag:

Tanaman jahe merah bisa dibudidayakan menggunakan media polybag,  karung, atau pot tanaman dengan menggunakan teknik vertikultur, cara ini di gunakan  karena lahan yang di miliki untuk melakukan budidaya tanaman jahe merah kurang luas.

Degan menggunakan metode tersebut lahan yang dibutuhkan relatif lebih sedikit dan akan lebih efesien, praktis dan hemat biaya. Jangan lupa sediakan rak bertingkat untuk menempatkan tanaman budidaya. Berikut langkah langkah menanamnya:

  1. Menyiapkan Media Tanam

Media Tanam Jahe

Untuk menanam jahe merah terlebih dahulu menyediakan media tanam, bisa berupa polybag atau karung, setelah tersedia isi media tanam tersebut menggunakan campuran tanah, pasir, dan pupuk organik dengan komposisi 1:1:1.

Pupuk organik bisa menggunakan pupuk kandang yang sudah difermentasikan agar lebih mudah diserap oleh tanaman, jika pada tanah kandungan asamnya tinggi sebaiknya tambahkan kapur pertanian supaya pH tanah menjadi stabil, dan sesuai untuk tanaman.

  1. Menyediakan Bibit Tanaman

Bibit Tanaman Jahe Merah

Setelah media tanam selesai di siapkan, selanjutnya menyediakan bibit tanaman yang berkualitas  agar tanaman jahe bisa di panen secara maksimal dan tidak mudah terserang penyakit, ciri  bibit jahe yang bagus adalah telah cukup umur dan tidak ada penyakit serta luka.

Baca Juga  10 Manfaat Daun Afrika untuk Kesehatan Manusia

Setelah bibit tersedia maka bibit selanjutnya di rendam pada fungisida selama 15 menit agar bibit jahe terbebas dari penyakit akibat jamur atau gangguan bakteri lain yang menyebabkan kerusakan pada tanaman jahe.

Selanjutnya bibit jahe di semai pada tempat yang lembab dan jauhkan dari sinar matahari langsung, menyemai bisa tempatkan di dalam gudang yang diberi alas jerami, caranya letakan bibt jahe merah di atas jerami yang sudah di sediakan lalu tutup dengan menggunakan jerami lagi.

Saat menyemai bibit jahe perlu dikontrol setiap hari agar kelembaban jahe merah tetap terjaga, jika terlalu kering, sebaiknya di siram air sedikit demi sedikit sampai tingkat kelembabanya stabil,  tunas bibit jahe biasanya akan tumbuh setelah 2 minggu dari awal penyemaian.  Apabila tunas bibit jahe sudah tumbuh maka bibit jahe sudah bisa di pindahkan ke media tanam.

  1. Tekhnik Menanam Jahe Merah

Menanam Jahe Merah

Tunas bibit jahe yang sudah tumbuh maka selanjutnya adalah memindahkan tanaman jahe merah ke dalam media tanam yang sudah disiapkan, dalam satu polybag bisa di tanami sekitar 3 – 5 rimpang jahe merah tergantung ukuran polybag, semakin besar bisa semakin banyak.

Posisi menanam tunas diletakan dengan posisi berdiri dan tunas berada di atas, bibit di tanam pada media tanam dengan kedalaman  3-5 cm.

Setelah bibit di pindahkan ke media tanam polybag selanjutnya lakukan penyiraman secara rutin, usahakan tempat penanaman bibit tidak terkena sinar matahari langsung, apabila tunas jahe sudah tumbuh besar baru tanaman dipindahkan ke tempat terbuka.

  1. Memelihara Tanaman Jahe Merah

Merawat Jahe Merah

Lakukan perawatan dan pemeliharaan agar hasil panen bisa maksimal, siram dengan air secara rutin tanaman jahe yang baru tumbuh lebih lebih saat musim kemarau maka penyiraman harus dilakukan setiap hari, selama 3 bulan dari awal penanaman jahe merah.

Perawatan selanjutnya adalah melakukan penyiangan gulma agar tanaman tidak terganggu karena kandungan unsur hara pada tanah yang seharusnya untuk tanaman jahe merah di ambil oleh gulma, penyiangan ini lebih intens dari awal penanaman sampai usia tanam 4 bulan.

Baca Juga  10 Tanaman Obat Keluarga yang Gampang di Tanam

Selanjutnya di perlukan  pemupukan agar kandungan nutrisi dalam tanah terjaga. saat tanaman jahe merah berusia 2 bulan berikan pupuk organik dengan dosis kurang lebih 1/5 dari kapasitas media tanam karung, jika ingin hasil lebih maksimal  bisa memberikan pupuk sebanyak 3 kali sampai waktu panen jahe merah tiba.

  1. Cara Memanen Jahe Merah

Panen Jahe Merah

Jahe merah akan dipanen ketika sudah berusia sekitar 10-12 bulan, jika ingin hasil panen berkualitas sebaiknya pemanenan dilakukan ketika jahe merah beusia genap satu tahun, karena pada usia itulah kondisi jahe merah benar-benar tua dan rimpang jahe merah bertambah berat.

Memanen jahe merah dengan media tanam polybag akan lebih mudah, bisa dengan menyobek polybag atau karung untuk mengambil rimpang jahe lalu di bersihkan dengan air bersih.

Setelah itu jahe bisa di konsumsi sesuai selera anda, atau jika tanaman jahe yang di panen dalam jumlah banyak bisa anda jual di pasaran karena banyak peminatnya.

 

Ada beberapa keuntungan jika menanam jahe merah menggunakan polybag, antara lain:

  • Menghemat Lahan

Tanaman Jahe

Menanam menggunakan wadah seperti polybag bisa menghemat lahan penanaman, bahkan jika mempunyai pekarangan yang sempit bisa di manfaat secara maksimal dengan menggunakan polybag.

  • Menghemat Air

Tanaman Jahe Merah

Kerena tanaman berada di polybag maka kuantitas tanah bisesuaikan dengan ukuran polybag, sehingga penyiraman lebih hemat karena penyiraman langsung tertuju pada tanaman langsung.

  • Menyesuaikan Media Tanam

Media Tanam Jahe

Media tanam pada wadah bisa anda sesuaikan, misalnya terdapat polybag yang tidak terpakai atau karung bekas yang menganggur bisa anda manfaatkan untuk penanaman jahe merah, sehingga media bisa lebih murah.

  • Praktis Dalam Perawatan

Merawat tanaman Jahe

Merawat tanaman jahe bisa lebih praktis menggunakan polybag karena mudah di pantau dari satu media tanam ke yang lain, ini sebenarnya bisa bermanfaat untuk pencegahan penyakit yang di timbulkan dari akar, agar tidak menular ke tanaman yang lainya.

  • Lebih Banyak Hasil Panen

Jahe Merah

Hasil panen akan lebih banyak jika lebih rajin dan tekun dalam menanam jahe merah, bisa lebih efisien mencapai 80% dibandingkan dengan cara menanam pada lahan tanam yang luas.

 

Itulah pembahasan Kebun Maker mengenai tanaman jahe merah, semoga bermanfaat bisa membantu anda yang akan dan ingin menanam atau budidaya jahe merah, sukses selalu buat anda. Terima Kasih.