no comments

Manfaat dan Cara Paling Mudah Membuat Pupuk Organik Cair

PUPUK ORGANIK CAIR

Mungkin anda ingin mengetahui cara membuat pupuk organik cair, sebelum Kebun Maker membahas cara membuatnya kita simak terlebih dahulu mengenai  pupuk organik cair.

Pupuk organik cair adalah larutan cair dari proses bahan – bahan organik yang berasal dari tanaman ataupun kotoran hewan yang mengandung lebih dari satu unsur, untuk  memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah yang berfungsi membantu meningkatkan produksi tanaman dan mengurangi penggunanan pupuk anorganik serta sebagai alternatif pengganti pupuk kandang.

Pupuk Organik Cair

Karakter dan Sifat Pupuk Organik Cair :

  • Menjadi Pupuk Pelengkap

Pekebunan Buah

Pupuk organik cair menjadi pupuk pelengkap dari pupuk organik padat dalam bercocok tanam, karena pupuk organik padat bisa tersimpan lebih lama dalam media tanam dan bisa menyediakan unsur hara untuk jangka panjang di banding pupuk cair yang lebih rentan terbawa erosi. Namun pupuk organik cair lebih mudah dan cepat diserap oleh tanaman.

  • Efektif Pada Tanaman Langsung

Perkebunan Sayur

Untuk pupuk cair lebih efektif dan efesien apabila diaplikasikan ke tanaman langsung, seperti daun, bunga dan batang dibandingkan ke media tanam, kecuali pada metode hidroponik.

Pupuk organik cair dapat berfungsi untuk perangsang pertumbuhan tanaman, terutama saat tanaman mulai bertunas atau saat perubahan dari fase vegetatif ke generatif untuk merangsang pertumbuhan buah dan biji.

Daun dan batang dapat menyerap pupuk cair secara langsung yang diberikan melalui stomata atau pori-pori yang ada pada permukaan tanaman.

  • Memerlukan Takaran yang Tepat

Penggunaan Pupuk Organik Cair

Penggunaan pupuk organik cair jangan sampai berlebihan, karena bisa membahayakan tanaman yaitu bisa mengundang hama dan penyakit, oleh karena itu harus berhati – hati dan perlu memperhatikan dalam memberi pupuk organik cair.

Itulah sifat dan karakter pupuk organik cair, selain itu pupuk organik cair juga mempunnyai beberapa manfaat yang yang perlu anda ketahui.

Manfaat Pupuk Organik Cair:

  • Penggunakan pada Tanah:

Pemupukan Lahan

  1. Tanah akan menjadi subur
  2. Menjaga persediaan unsur hara pada tanah
  3. Mengurangi polusi pada tanaman
  4. Memperbaiki dan meningkatkan kualitas kandungan organik di dalam tanah, sehingga tanah atau lahan pertanian menjadi lebih remah, gembur dan tidak liat bahkan keras.
Baca Juga  Fakta Bunga Mawar Hitam yang Langka

Penggunaan pada Tanaman:

Penyemprotan Tanaman

  1. Tanaman menjadi sehat
  2. Merangsang pertumbungan produksi
  3. Meningkatkan pembentukan bunga dan bakal buah
  4. Mengurangi gugurnya daun, bunga dan bakal buah

Untuk penggunaan pupuk organik cair, lebih baik langsung disemprotkan pada batang, daun, bunga dan buah karena lebih efektif dan efisien. Menggunakan pupuk organik cair pada tanaman sayuran akan lebih baik dan sangat sehat untuk dikonsumsi, berbeda dengan penggunaan pupuk kimia.

Menggunakan pupuk kimia membutuhkan biaya yang mahal, berbeda jika menggunakan pupuk organik cair, karena pupuk organik cair bisa dibuat sendiri dan terbilang mudah. Berikut ini langkah – langkah atau cara membuat pupuk organik cair, sebelum itu persiapkan terlebih dahulu alat dan bahanya.

Alat dan Bahan Pembuatan Pupuk:

  • Limbah Organik

Limbah Organik

Limbah sisa dapur rumah tangga sebagai nitrogen, misalnya sayuran basi, sisa nasi, bekas parutan kelapa, dan buah busuk atau segala macam limbah organik yang lain.

  • Gedebog Pisang

Gedebog Pisang

Pilih gedebok pisang yang sudah pernah berbuah, atau yang tidak produktif saja untuk pemanfaatan tanaman yang tak berbuah.

  • Kotoran Hewan

Limbah Sapi

Bisa menggunakan kotoran hewan ternak seperti ayam, kambing, sapi atau kerbau.

  • Cairan

Tetes Tebu

Biasanya menggunakan cairan tetesan tebu, gula pasir/gula merah, bisa juga urine hewan, bekas air cucian beras atau air cucian ikan.

  • Sabut Kelapa

Sabut Kelapa

Sediakan sabut kelapa tanpa kulit atau bubuk kayu gergajian.

  • Mikroba

Tanaman

Menyediakan dekomposer (mikroba pengurai) atau starter SOT, EM4 dll

  • Ember dan Tong

Ember dan Tong

Wadah ember dan tong plastik harus mempunyai tutup yang kuat, jangan menggunakan wadah atau tong dari besi.

  • Pisau Potong

Bahan Fermentasi

Pisau potong yang pas untuk mencincang gedebog pisang.

  • Jerigen Plastik

Jerigen

Sebagai wadah pupuk cair

  • Pengaduk

Mengaduk Bahan Fermentasi

Cukup menggunakan kayu untuk mengaduk bahan.

Sebelum melakukan proses pembuatan pupuk organik cair bersihkan terlebih dahulu bahan bahanya dengan cara mencuci menggunakan air bersih, agar terhindar dari tercampurnya bahan-bahan utama dengan zat berbahaya yang ada dalam limbah dapur rumah tangga tadi karena dapat mengganggu proses fermentasi.

Baca Juga  Fakta Bunga Mawar Hitam yang Langka

Setelah bahan yang sudah di siapkan dan di besihkan serta alat juga sudah tersedia, selanjutnya mencincang bahan – bahan yang sudah di cuci, agar proses fermentasi berlangsung sempurna. Bahan yang dicincang jangan terlalu besar, semakin kecil cincangan maka proses fermentasi akan berjalan lebih baik.

Selanjutnya proses pembuatan pupuk organik cair dengan cara di fermentasi.

Langkah Membuat Pupuk Organik Cair :

  1. Melarutkan bioaktivator seperti EM4 sebagai mikroba kedalam air secukupnya pada ember, lalu tambahkan pemanis alami seperti gula merah, kemudian biarkan minimal 20 menit untuk membangkitkan mikroba yang di larutkan.
  2. Berikutnya masukkan kotoran ternak yang sudah di siapkan kedalam tong plastik.
  3. Kemudian bahan – bahan yang sudah kita cincang sebelumnya di masukan kedalam tong untuk di campurkan, lalu aduk sampai merata.
  4. Setelah itu menuangkan larutan bioaktivator yang telah dipersiapkan sebelumnya ke dalam tong, jika tersedia terasi tambahkan kedalam tong untuk mempercepat proses pengurain pupuk organik cair.
  5. Selanjutnya masukkan air kotoran seperti air bekas rendaman ikan atau bahan cair lainya yang sudah di siapkan sebelumnya kedalam ember tong tadi, kemudian aduk sampai merata.
  6. Lalu tambahkan air secukupnya ke dalam tong, dengan perbandingan air sekitar 35% cair dan 65% padat, kemudian aduk secara perlahan menggunakan tongkat kayu.

Fermentasi Pupuk Organik

Jika semua langkah di atas selesai di kerjakan, tutup tong plastik dengan rapat kemudian masukkan selang lewat tutup tong yang telah di sediakan lubang sebelumnya. Tempat selang dengan tutup tong plastik di rekatkan dengan baik agar tidak ada celah udara. Ujung selang yang luar di masukan kedalam botol yang sudah diisi air.

Pastikan tidak ada lubang sekecil apapun dalam tong dan selang yang mengarah ke botol, karena reaksinya akan berlangsung secara anaerob. Fungsi selang untuk menstabilkan suhu adonan pupuk organik cair pada tong dengan membuangnya ke botol yang berisi air melalui selang, tanpa ada udara luar yang masuk kedalam tong plastik.

Baca Juga  Fakta Bunga Mawar Hitam yang Langka

Biarkan proses fermentasi sekitar 10 hari, setelah itu lihat pupuk organik cairnya  apakah sudah matang? Tanda apabila sudah matang yaitu bau dari pupuk menyerupai aroma fermentasi tape, dan apabila belum matang tutup kembali tong seperti sebelumnya.

Tidak ada acuan waktu untuk berapa lama proses fermentasi menjadi pupuk organik, namun apabila aroma pupuk belum menyerupai tape dalam waktu lebih dari satu bulan berarti pembuatan pupuk organik cair telah gagal. Walaupun kemungkinan gagal sangat jarang terjadi, semua tergantung pada komposisi bahan dan suhu udara disekitar tempat fermentasi.

Proses Penyaringan Pupuk:

Penyaringan Pupuk Cair

Setelah proses fermentasi bahan – bahan untuk membuat pupuk organik cair selesai, selanjutnya yang harus di lakukan adalah memisahkan antara cairan dengan ampasnya. Cara memisahkan adalah dengan menyaring menggunakan kain tipis, bisa dengan cara yang lain yang penting cairan dengan ampasnya terpisah.

Setelah cairan dan ampas di pisahkan masukan pupuk organik cair ke dalam jerigen lalu tutup rapat, agar sifat dari pupuk organik cair tidak berubah. Dan ampas dari sisa pembuatan pupuk organik cair bisa di gunakan untuk pupuk organik padat.

Cara Penggunaan Pupuk Organik cair:

Pemeliharaan Tanaman

Pengunaan pupuk organik cair perbandinganya adalah 20 ml pupuk organik cair dicampur dengan 5 liter air. Penggunaan dapat disesuaikan dengan kebutuhan tanaman, terkadang ada tanaman tertentu yang memerlukan dosis yang lebih.

Usahakan jangan berlebihan dalam penggunaan pupuk organik cair, karena bisa membahayakan tanaman. Pupuk organik cair diaplikasikan pada daun, bunga atau batang dengan jarak waktu satu minggu satu kali, saat musim hujan bisa tiga hari sekali, dosis penyemprotan ini harus disesuaikan dengan jenis tanaman yang akan disemprot.

Sebaiknya untuk membuat pupuk perangsang daun gunakan bahan organik dari jenis dedaunan, dan untuk perangsang buah gunakan bahan organik dari sisa limbah buah seperti kulit buah-buahan.

Demikian informasi dari Kebun Maker yang membahas tentang pupuk organik cair, semoga bermanfaat. Terima kasih.