Cara Menanam Bawang Merah

Bawang adalah tanaman yang di gunakan untuk bumbu dapur yang termasuk menjadi bahan pokok, karena banyak masakan yang bumbu nya menggunakan bawang.

Untuk bawang merah mempunyai nama latin Allium cepa var ascalonicum (L) back, tanaman ini berasal dari Iran, Pakistan dan daerah di sekitar nya.

Selain sebagai bumbu dapur, bawang merah ternyata juga bisa di manfaatkan sebagai obat tradisional, misalnya digunakan sebagai bahan obat “kerik” saat seseorang mengalami masuk angin.

Namun ada juga yang berpendapat bahwa bawang merah bisa mengobati penyakit lain nya, diantaranya sebagai berikut.

Bawang Merah

Tanaman Bawang Merah untuk Obat :

  • Mengobati sakit mag
  • Mengobati sakit diabetes
  • Menurunkan kolesterol dalam tubuh
  • Menurunkan kadar gula dalam darah

Yang tentunya menggunakan cara berbeda – beda agar lebih maksimal dalam penggunaan bawang sebagai obat.

Bawang merang memiliki kandungan kalium dan serat karena itulah bawang bagus untuk kesehatan, selain itu bawang merah juga mengandung vitamin C , asam folat, kalsium dan juga zat besi yang juga berguna untuk kebugaran kesehatan manusia.

Namun ada sebagian juga orang yang tidak menyukai bawang dengan alasan yang bermacam – macam.

Untuk menanam bawang terbilang mudah, berbeda dengan cara menanam anggur, kebanyakan para petani bawang menanamnya di persawahan atau lahan yang luas.

Namun saat ini menanam bawang bisa juga di lahan yang tidak luas, misalnya dalam wadah  pot, polybag, atau karung bekas.

Apabila anda ingin mengetahui cara menanam bawang agar hasilnya maksimal pada lahan yang luas, berikut ini langkah yang sudah di kerjakan para petani bawang merah yang terbukti berhasil.

Menanam Bawang Merah di Lahan Luas :

  1. Menyediakan Bibit Bawang Merah Pilihan

Ada beberapa jenis bibit bawang merah, di antara nya bibit bawang merah lokal dan bibit bawang merah impor hibrida.

Di pasaran ada yang menjual bibit berupa biji dan juga ada yang menjual bibit berupa umbi, para petani paling banyak menggunakan bibit berupa umbi untuk budidaya bawang merah.

Sebaiknya menggunakan benih atau bibit bawang merah dari umbi yang sudah tua sekitar umur 80 – 100 hari, namun tergantung juga pada lokasi tanam nya.

Ukuran benih yang dibutuhkan tergantung jenis bibit atau varian bawang merah yang akan di tanam, apabila bobot benih 5 gram dengan jarak tanam 20 x 20 maka membutuhkan sekitar 1,4 ton benih untuk setiap hektar nya.

Dan jika jarak tanam 15 x 15  membutuhkan sekitar 2,4 ton benih per hektar. Jika ukuran dan berat benih lebih kecil lagi maka  kebutuhan bibit per hektar nya semakin sedikit.

  1. Menyiapkan Media Tanam

Media tanam Bawang merah adalah tanah yang gembur dengan cara mencangkul nya sedalam 20 cm, jika kondisi keasaman tanah kurang dari pH 5,6 maka gunakan kapur atau dolomit sebanyak 1-1,5 ton untuk satu hektar lahan. Penambahan kapur di gunakan sekitar 2 minggu sebelum tanah ditanami.

Pada lahan tanam buatlah beberapa bedengan dengan lebar 1-1,2 meter, tinggi bedengan 50 cm, dan panjang bedengan disesuaikan dengan lahan yang tersedia.

Jarak antar bedengan sekitar 50 cm, sekaligus digunakan sebagai parit dengan kedalaman 50 cm. Dengan permukaan bedengan yang rata.

Gunakan pupuk kandang atau pupuk kompos sebagai pupuk dasar, dengan cara menebarkan nya kemudian mengaduk dengan tanah sampai rata.

Bisa juga dengan di tambah pupuk kimia seperti ZA, SP-36 dan KCL sebanyak 47 Kg, 311 Kg dan 56 Kg untuk lahan seluas satu hektar.

Campur kan semua pupuk buatan tersebut lalu diamkan selama satu minggu sebelum bedengan di tanami bibit bawang.

  1. Menanam Benih Bawang

Siapkan benih atau umbi bawang merah yang sudah di siapkan untuk di tanam, jika bibit yang digunakan berusia kurang dari 2 bulan sebaiknya dilakukan penggoresan pada bagian ujung umbi, sekitar 0,5 cm karena bertujuan untuk memecah masa dorman agar tunas tanaman tumbuh lebih cepat.

Pada musim kemarau  bawang merah di tanam dengan jarak 15 x 15 cm, jika di tanam saat musim penghujan menggunakan jarak  20 x 20 cm.

Cara menanam benih bawang merah yaitu dengan membenamkan seluruh bagian umbi ke dalam tanah.

  1. Merawat Budidaya Bawang Merah

Untuk perawatan Budidaya Barang merah  yang perlu diperhatikan adalah penyiraman tanaman, usahakan dilakukan dua kali sehari yakni pada waktu pagi dan sore hari, cukup sampai 10 dari masa awal tanam, setelah itu cukup 1 kali sehari.

Selain penyiraman perawan selanjutnya adalah pemupukan, yang dilakukan ketika tanaman berumur 2 minggu dari awal tanam. Pupuk yang digunakan adalah campuran dari KCI, ZA dan urea, dengan perbandingan 112 Kg, 200 Kg dan 93 Kg.

Pemberian pupuk selanjutnya dilakukan ketika tanaman memasuki usia 5 minggu dengan komposisi pupuk urea 47 Kg, ZA 100 Kg, dan KCI 56 Kg per hektar. Cara pemupukan nya adalah dengan membuat guritan di sekitar tanaman.

Perawatan selanjutnya adalah membersihkan tanaman gulma yang tumbuh di sekitar bawang merah, dilakukan 2 kali per satu musim tanam.

Dilakukan saat bersamaan dengan pemberian pupuk susulan bisa menghemat biaya perawatan, namun apabila gulama tumbuh terlalu banyak dan cepat harus segera dilakukan penyiangan agar tidak mengganggu bertumbuh nya tanaman bawang.

  1. Mengendalikan Hama Penyakit Tanaman Bawang Merah

Ada beberapa jenis hama dan penyakit yang menyerang tanaman bawang merah yaitu  hama ulat dan layu, yang sering menyerang tanaman daun bawang adalah ulat.

Adanya bercak putih yang di timbulkan pada daun merupakan gejala hama ulat, karena jika daun yang bercak putih di teropong bisa terlihat bekas gigitan ulat.

Secara manual hama ini bisa di atasi dengan cara mengambil ulat dan telur secara langsung, lalu memusnahkan nya.

Jika dalam penanaman jumlah besar bisa mengatasinya menggunakan feromon sex perangkap, gunakan sekitar 40 buah untuk setiap hektar nya.

Dan apabila serangan hama membanyak dan di khawatirkan merusak maka perlu menyemprotkan insektisida berbahan aktif klorfirifos.

Untuk penyakit layu pada tanaman bawang merah biasanya timbul warna kuning pada daun seperti terpilin dan pada pangkal bawang merah mulai membusuk.

Jika terjadi seperti ini lakukan penanganan dengan segera mencabut tanaman yang terindikasi terkena penyakit, lalu bakar tanaman tersebut, kemudian menyemprotkan fungisida agar tanaman aman dari penyakit layu.

  1. Memanen Budidaya Bawang Merah

Memanen bawang merah di lakukan setelah tanaman berusia 55-70 haris sejak awal tanam, ciri tanaman bawang merah yang sudah siap untuk dipanen apabila 60-70% daun bawang sudah mulai rebah.

Sebelum memanen periksa umbi secara acak, jika benih tanaman dari umbi usahakan daun yang rebah harus sudah mencapai 90%.

Hasil panen bawang merah terkadang berbeda – beda karena di pengaruhi iklim, cuaca dan jenis bawang yang ditanam. Biasanya petani menghasilkan sekitar 3-12 ton bawang merah dalam satu hektar lahan.

Hasil panen Umbi bawang akan melalui proses pengeringan, dengan cara di jemur selama 7-14 hari. Bawang merah yang siap di jual atau dipasarkan jika kadar air pada bawang merah sudah menurun menjadi sekitar 85%.

Itulah cara menanam bawang merah di lahan luas, yang biasa di lakukan oleh petani bawang merah agar hasilnya menguntungkan.

Namun apabila anda ingin menanam bawang merang pada lahan sempit, anda tidak perlu bingung, karena saat ini banyak orang yang memanfaatkan lahan rumah yang sempit di gunakan untuk menanam bawang merah.

Selain bisa memanen umbi juga sekaligus menjadi tanaman hias di pekarangan rumah anda, yaitu dengan menanam menggunakan pot, polybag atau karung bekas.

Bawang Merah di Pot

Cara Menanam Bawang Merah di Wadah :

  1. Sediakan Wadah Tanam

Gunakan wadah yang mempunyai lubang sebagai sirkulasi air, sehingga setiap kali tanaman disiram tanah didalam wadah itu tidak mengandung air yang berlebihan karena dapat merusak tanaman. Apabila ukuran wadah nya besar maka bisa di tanami bibit lebih dari satu.

  1. Menyiapkan Bibit Bawang Merah

Sama seperti cara menanam pada lahan yang luas di atas, benih bawang merah bisa menggunakan bibit yang di beli dari penjual bibit atau langsung menggunakan umbi Bawang merah.

Lebih baik menggunakan umbi bawang merah sisa masak saja, usahakan umbi bawang sudah tua, bentuknya baik, bersifat tunggal dan terlihat tunas di atasnya.

  1. Menyiapkan Media Tanam

Tanah yang digunakan haruslah tanah yang mengandung humus, salah satu ciri-cirinya adalah tanah mengandung cacing tanah.

Untuk pupuk dasar bisa menggunakan pupuk kandang yang sudah kering sebagai campuran tanah, tanah yang digunakan harus gembur.

  1. Menanam Benih Bawang Merah

Masukan tanah yang bercampur pupuk dasar tadi kedalam wadah, kemudian disiram dengan air secukupnya terlebih dahulu agar keadaan tanah lembab. Sebelum bibit bawang di tanam potong ¼ bagian ujung atas bawang.

Masukan bawang pada media tanam tepat di tengah wadah dengan posisi bagian yang di potong di atas. Jangan terlalu dalam menanam benih umbi nya, usahakan bagian atas terlihat untuk pertumbuhan tunas selain itu agar terkena udara dan sinar matahari.

Waktu yang baik untuk menanamnya adalah pagi atau sore hari, karena waktu itu tanaman ber fotosintesis.

  1. Merawat Tanaman Bawang Merah

Untuk merawatnya lakukan penyiraman yang sebaiknya dilakukan dua kali dalam sehari yaitu waktu pagi dan sore, selama 10 hari dari awal penanaman guna menjaga kelembapan tanah. Setelah itu penyiraman di lakukan sekali saja setiap hari.

  1. Penyiangan Gulma

Gulma menimbulkan dampak negatif pada tanaman,  salah satunya adalah mengganggu pertumbuhan bawang merah karena menyerap nutrisi yang terkandung pada tanah sehingga asupan nutrisi tanaman bawang merah berkurang, jadi anda harus mengambil dan membuangnya.

  1. Memberi Pupuk Pada Tanaman

Pemberian pupuk pada tanaman harus tepat sesuai yang anda inginkan, karena ada jenis pupuk untuk menyuburkan daun dan ada pupuk untuk menyuburkan umbi bawang, anda perlu memberikan pupuk agar hasil tanam bisa maksimal.

  1. Mengendalikan Hama dan Penyakit

Hama yang terdapat pada tanaman bawang merah adalah hama ulat efeknya adalah muncul bercak putih pada daun, anda bisa mengatasi dengan cara mengambil daun tersebut lalu membuangnya, bisa juga dengan di semprot menggunakan insektisida.

Tanaman bawang merah terkadang bisa terserang penyakit layu, efek yang di timbulkan adalah daun menguning dan umbinya membusuk.

Cara mengatasinya dengan mencabut agar tidak merambah ke tanaman yang lain, bisa juga di semprot menggunakan insektisida.

Perlu di perhatikan saat penggunaan inteksida agar tidak membahayakan tanaman.

  1. Memanen Bawang Merah di Wadah

Masa panen sekitar 55 – 70 hari sejak awal tanam, faktor cuaca menjadi salah satu pengaruh pada hasil panen tanaman bawang merah karena bawang merah termasuk tanaman yang tidak membutuhkan banyak air pada saat penanaman.

Jika air berlebihan justru tanaman bawang akan membusuk. Untuk itu usahakan tanaman terkena sinar matahari yang cukup tapi tetap terhindar dari air hujan.

Cara mengetahui ciri tanaman bawang siap panen adalah merunduk nya daun, bisa juga mencabut salah satu dari tanaman bawang merah.

Apabila tanaman anda banyak dan berniat menjualnya hasil panen nya maka di jemur terlebih dahulu, agar kadar airnya berkurang. Dan jika anda berniat mengkonsumsi bawang hasil tanam bisa saja langsung di olah.

Itulah informasi mengenai bawang merah, semoga bisa menambah referensi bagi anda yang akan menanamnya tergantung skala yang akan anda tanam. Salam Kebun Maker, terima kasih.