no comments

2 Cara Menanam Bawang Merah Serta Manfaatnya

BAWANG MERAH

Bawang

Mungkin diantara anda ada yang ingin mengetahui  cara menanam bawang merah, sebelum Kebun Maker membahas cara menanamnya, sedikit ini informasikan jenis bawang yang di budidayakan di Indonesia, yaitu bawang merah, bawang putih, bawang bombai dan bawang daun. Dari beberapa macam bawang tersebut tentunya memiliki bentuk yang berbeda – beda.

Bawang adalah tanaman yang di gunakan untuk bumbu dapur yang termasuk menjadi bahan pokok, karena banyak masakan yang bumbunya menggunakan bawang.  Untuk bawang merah mempunyai nama latin Allium cepa var ascalonicum (L) back, tanaman ini berasal dari Iran, Pakistan dan daerah disekitarnya.

Selain sebagai bumbu dapur, bawang merah ternyata juga bisa di manfaatkan sebagai obat tradisiaonal, misalnya digunakan sebagai bahan obat “kerik” saat seseorang mengalami masuk angin. Namun ada juga yang berpendapat bahwa bawang merah bisa mengobati penyakin lainya, diantaranya sebagai berikut.

Tanaman bawang merah untuk obat  :

  • Mengobati sakit maag
  • Mengobati sakit diabetes
  • Menurunkan kolesterol dalam tubuh
  • Menurunkan kadar gula dalam darah

Yang tentunya menggunakan cara berbeda – beda agar lebih maksimal dalam penggunaan bawang sebagai obat.

Bawang merang memiliki kandungan kalium dan serat karena itulah bawang bagus untuk kesehatan, selain itu bawang merah juga mengandung vitamin C , asam folat, kalsium dan juga zat besi yang juga berguna untuk kebugaran kesehatan manusia. Namun ada sebagian juga orang yang tidak menyukai bawang dengan alasan yang bermacam – macam.

Untuk menanam bawang terbilang mudah, kebanyakan para petani bawang menanamnya di persawahan atau lahan yang luas, namun saat ini menanam bawang bisa juga di lahan yang tidak luas, misalnya dalam wadah  pot, polybag, atau karung bekas. Apabila anda ingin mengetahui cara menanam bawang merah agar hasilnya maksimal pada lahan yang luas, berikut ini langkah yang sudah di kerjakan para petani bawang merah yang terbukti berhasil.

Menanam Bawang Merah di Lahan Luas:

  1. Menyediakan Bibit Bawang Merah Pilihan

Bibit Bawang Merah

Ada beberapa jenis bibit bawang merah, diantanya bibit bawang merah lokal dan bibit bawang merah impor hibrida. Di pasaran ada yang menjual bibit berupa biji dan juga ada yang menjual bibit berupa umbi, para petani paling banyak menggunakan bibit berupa umbi untuk budidaya bawang merah.  Sebaiknya menggunakan benih atau bibit bawang merah dari umbi yang sudah tua sekitar umur 80 – 100 hari, namun tergantung juga pada lokasi tanamnya.

Ukuran benih yang dibutuhkan tergantung jenis bibit atau varian bawang merah yang akan di tanam, apabila bobot benih 5 gram dengan jarak tanam 20 x 20 maka mambutuhkan sekitar 1,4 ton benih untuk setiap hektarnya, dan jika jarak tanam 15 x 15  membutuhkan sekitar 2,4 ton benih per hektar. Jika ukuran dan berat benih lebih kecil lagi maka  kebutuhan bibit per hektarnya semakin sedikit.

  1. Menyiapkan Media Tanam

Media Tanam Lahan Bawang Merah

Media tanam Bawang merah adalah tanah yang gembur dengan cara mencangkulnya sedalam 20 cm, jika kondisi keasaman tanah kurang dari pH 5,6 maka gunakan kapur atau dolomit sebanyak 1-1,5 ton untuk satu hektar lahan.  Penambahan kapur di gunakan sekitar 2 minggu sebelum tanah ditanami.

Baca Juga  Mengenal Tanaman Lidah Mertua dan 6 Manfaatnya

Pada lahan tanam buatlah beberapa bedengan dengan lebar 1-1,2 meter, tinggi bedengan 50 cm, dan pajang bedengan disesuaikan dengan lahan yang tersedia, jarak antar bedengan sekitar 50 cm, sekaligus digunakan sebagai parit dengan kedalaman 50 cm. Dengan permukaan bedengan yang rata.

Gunakan pupuk kandang atau pupuk kompos sebagai pupuk dasar, dengan cara menebarkanya kemudian mengaduk dengan tanah sampai rata. Bisa juga dengan di tambah pupuk kimia seperti ZA, SP-36 dan KCL sebanyak 47 Kg, 311 Kg dan 56 Kg untuk lahan seluas satu hektar, campurkan semua pupuk buatan tersebut lalu diamkan selama satu minggu sebelum bedengan ditanami bibit bawang.

  1. Menanam Benih Bawang

Menanam Bawang Merah

Siapkan benih atau umbi bawang merah yang sudah di siapkan untuk di tanam, jika bibit yang digunakan berusia kurang dari 2 bulan sebaiknya dilakukan penggoresan pada bagian ujung umbi, sekitar 0,5 cm karena bertujuan untuk memecah masa dorman agar tunas tanaman tumbuh lebih cepat.

Pada musim kemarau  bawang merah di tanam dengan jarak 15 x 15 cm, jika di tanam saat musim penghujan menggunakan jarak  20 x 20 cm. Cara menanam benih bawang merah yaitu dengan membenamkan seluruh bagian umbi ke dalam tanah.

  1. Merawat Budidaya Bawang Merah

Menanam Bawang Merah

Untuk perawatan Budidaya Barang merah  yang perlu diperhatikan adalah penyiraman tanaman, usahakan dilakukan dua kali sehari yakni pada waktu pagi dan sore hari, cukup sampai 10 dari masa awal tanam, setelah itu cukup 1 kali sehari.

Selain penyiraman perawan selanjutnya adalah pemupukan, yang dilakukan ketika tanaman berumur 2 minggu dari awal tanam. Pupuk yang digunakan adalah campuran dari KCI, ZA dan urea, dengan perbandingan 112 Kg, 200 Kg dan 93 Kg. Pemberian pupuk selanjutnya dilakukan ketika tanaman memasuki usia 5 minggu dengan komposisi pupuk urea 47 Kg, ZA 100 Kg, dan KCI 56 Kg per hektar. Cara pemupukanya adalah dengan membuat guritan di sekitar tanaman.

Perawatan selanjutnya adalah membersihkan tanaman gulma yang tumbuh di sekitar bawang merah, dilakukan 2 kali per satu musim tanam. Dilakukan saat bersamaan dengan pemberian pupuk susulan bisa menghemat biaya perawatan, namun apabila gulama tumbuh terlalu banyak dan cepat harus segera dilakukan penyiangan agar tidak mengganggu bertumbuhnya tanaman bawang.

  1. Mengendalikan Hama Penyakit Tanaman Bawang Merah

Berantas Hama Bawang

Ada beberapa jenis hama dan penyakit yang menyerang tanaman bawang merah yaitu  hama ulat dan layu, yang sering menyerang tanaman daun bawang adalah ulat. Adanya bercak putih yang di timbulkan pada daun merupakan gejala hama ulat, karena jika daun yang bercak putih diteropong bisa terlihat bekas gigitan ulat.

Baca Juga  Ciri - Ciri dan Manfaat Tanaman Sri Rejeki / Aglaonema

Secara manual hama ini bisa di atasi dengan cara mengambil ulat dan telur secara langsung, lalu memusnahkanya. Jika dalam penanaman jumlah besar bisa mengatasinya menggunakan feromon sex perangkap, gunakan sekitar 40 buah untuk setiap hektarnya, dan apabila serangan hama membanyak dan di khawatirkan merusak maka perlu menyemprotan insektisida berbahan aktif klorfirifos.

Untuk penyakit layu pada tanaman bawang merah biasanya timbul warna kuning pada daun seperti terpilin dan pada pangkal bawang merah mulai membusuk. Jika terjadi seperti ini lakukan penanganan dengan segera mencabut tanaman yang terindikasi terkena penyakit, lalu bakar tanaman tersebut, kemudian menyemprotkan fungisida agar tanaman aman dari penyakit layu.

  1. Memanen Budidaya Bawang Merah

Hasil Panen Bawang

Memanen bawang merah di lakukan setelah tanaman berusia 55-70 haris sejak awal tanam, ciri tanaman bawang merah yang sudah siap untuk dipanen apabila 60-70% daun bawang sudah mulai rebah. Sebelum memanen periksa umbi secara acak, jika benih tanaman dari umbi usahakan daun yang rebah harus sudah mencapai 90%.

Hasil panen bawang merah terkadang berbeda – beda karena di pengaruhi iklim, cuaca dan jenis bawang yang ditanam. Biasanya petani mnehasilkan sekitar 3-12 ton bawang merah dalam satu hektar lahan.

Hasil panen Umbi bawang akan melalui proses pengeringan, dengan cara di jemur selama 7-14 hari. Bawang merah yang siap di jual atau dipasarkan jika kadar air pada bawang merah sudah menurun menjadi sekitar 85%.

Itulah cara menanam bawang merah di lahan luas, yang biasa di lakukan oleh petani bawang merah agar hasilnya menguntungkan.

Namun apabila anda ingin menanam bawang merang pada lahan sempit, anda tidak perlu bingung, karena saat ini banyak orang yang memanfaatkan lahan rumah yang sempit di gunakan untuk menanam bawang merah, selain bisa memanen umbi juga sekaligus menjadi tanaman hias di pekarangan rumah anda, yaitu dengan menanam menggunakan pot, polybag atau karung bekas.

Menanam Bawang Merah di Wadah:

  1. Sediakan Wadah Tanam

Bawang Merah Dalam Pot

Gunakan wadah yang mempunyai lubang sebagai sirkulasi air, sehingga setiap kali tanaman disiram tanah didalam wadah itu tidak mengandung air yang berlebihan karena dapat merusak tanaman. Apabilah ukuran wadahnya besar maka bisa di tanami bibit lebih dari satu.

  1. Menyiapkan Bibit Bawang Merah

Benih Bawang Merah

Sama seperti cara menanam pada lahan yang luas di atas, benih bawang merah bisa menggunakan bibit yang di beli dari penjual bibit atau langsung menggunakan umbi Bawang merah. Lebih baik menggukan umbi bawang merah sisa masak saja, usahakan umbi bawang sudah tua, bentuknya baik, bersifat tunggal dan terlihat tunas di atasnya.

  1. Menyiapkan Media Tanam

Media Tanam Bawang

Tanah yang digunakan haruslah tanah yang mengandung humus, salah satu ciri-cirinya adalah tanah mengandung cacing tanah. Untuk pupuk dasar bisa menggunakan pupuk kandang yang sudah kering sebagai campuran tanah, tanah yang digunakan harus gembur.

  1. Menanam Benih Bawang Merah

Potong Ujung Bawang

Masukan tanah yang bercampur pupuk dasar tadi kedalam wadah, kemudian disiram dengan air secukupnya terlebih dahulu agar keadaan tanah lembab. Sebelum bibit bawang di tanam potong ¼ bagian ujung atas bawang.

Baca Juga  2 Cara Menanam Tomat Agar Berbuah Lebat dan Manfaatnya

Masukan bawang pada media tanam tepat di tengah wadah dengan posisi bagian yang di potong di atas. Jangan terlalu dalam menanam benih umbinya, usahakan bagian atas terlihat untuk pertumbuhan tunas selain itu agar terkeda udara dan sinar matahari. Waktu yang baik untuk menanamnya adalah pagi atau sore hari, karena waktu itu tanaman berfotosintesis.

  1. Merawat Tanaman Bawang Merah

Bawang Merah di Pot

Untuk merawatnya lakukan penyiraman yang sebaiknya dilakukan dua kali dalam sehari yaitu waktu pagi dan sore, selama 10 hari dari awal penanaman guna menjaga kelembaban tanah. Setelah itu penyiraman delakukan sekali saja setiap hari.

  1. Penyiangan Gulma

Gulma Bawang pada pot

Gulma menimbulkan dampak negatif pada tanaman,  salah satunya adalah mengganggu pertumbuhan bawang merah karena menyerap nutrisi yang terkandung pada tanah sehingga asupan nutrisi tanaman bawang merah berkurang, jadi anda harus mengambil dan membuangnya.

  1. Memberi Pupuk Pada Tanaman

Memberi Pupuk Pada Bawang

Pemeberian pupuk pada tanaman harus tepat sesuai yang anda inginkan, karena ada jenis pupuk untuk menyuburkan daun dan ada pupuk untuk menyuburkan umbi bawang, anda perlu memberikan pupuk agar hasil tanam bisa maksimal.

  1. Mengendalikan Hama dan Penyakit

Hama Bawang Merah

Hama yang terdapat pada tanaman bawang merah adalah hama ulat efeknya adalah muncul bercak putih pada daun, anda bisa mengatasi dengan cara mengambil daun tersebut lalu membuangnya, bisa juga dengan di semprot menggunakan insektisida.

Tanaman bawang merah terkadang bisa terserang penyakit layu, efek yang di timbulkan adalah daun menguning dan umbinya membusuk, cara mengatasinya dengan mencabut lalu memakarnya agar tidak merambah ke tanaman yang lain, bisa jiga di semprot menggunakan insektisida.

Perlu di perhatikan saat penggunaan inteksida agar tidak membahayakan tanaman.

  1. Memanen Bawang Merah di Wadah

Panen Bawang Dalam Pot

Masa panen sekitar 55 – 70 hari sejak awal tanam, faktor cuaca menjadi salah satu pengaruh pada hasil panen tanaman bawang merah karena bawang merah termasuk tanaman yang tidak membutuhkan banyak air pada saat penanaman, jika air berlebihan justru tanaman bawang akan membusuk. Untuk itu usahakan tanaman terkena sinar matahari yang cukup tapi tetap terhindar dari air hujan.

Cara mengetahui ciri tanaman bawang siap panen adalah merunduknya daun, bisa juga mencabut salah satu dari tanaman bawang merah.

 

Apabila tanaman anda banyak dan berniat menjualnya hasil panenya maka di jemur terlebih dahulu, agar kadar airnya berkurang. Dan jika anda berniat mengkonsumsi bawang hasil tanam bisa saja langsung di olah.

Itulah informasi mengenai bawang merah, semoga bisa menambah refrensi bagi anda yang akan menanamnya tergantung skala yang akan anda tanam. Salam Kebun Maker, terima kasih.